Waktu menunjukan pukul 23.29 Wib kota yang selalu sibuk sudah mulai lelah dan beristirahat malam yang sunyi di sepertiga ramadhan dalam ruangan sempit 3 x 3 diiringi suara kipas angin yang berisik sesekali suara nyamuk mengganggu.
Dalam kamar sempit tersebut terlihat barang-barang yamg tidak disusun dan berantakan seoalah itu kamar yang ditinggalkan.
Seorang pemuda kurus dengan kacamata yang selalu melekat terlihat murung sedang memainkan ponsel kesayangannya, entah apa yang dia lihat wajah yang semula terlihat ceria berubah masam, matanya pun berair, terlihat seorang seorang masuk ke kamar
"Ram ngapain lu malam-malam begini belum tidur" Kata pemuda berbadan gempal
"Oh. . ini lagi baca artikel ndut" Sahut Rama
"Baca artikel macam apa yang bisa bikin matamu berair begitu kamu lagi lihat foto Ika bersama suaminya lagi ya.?"
"Gila lu Pandu, mana ada gue lihat foto Ika beneran ini sedang baca artikel tapi tadi mata terasa gatal gue kucek saja eh malah jadi berair"
"Ram. . ram. . bilang aja matamu kelilipan kenangan masa lalu" ledek Pandu sambil tertawa
"Ha. . . .ha. . .ha. . .bisa aja lu ndut, tapi beneran ini gue lagi baca artikel"
"hahahaaa. . . artikel tentang bagaimana cara lupa gimana ram, sudah ikhlasin aja wanita bukan cuma satu aja, toch lu juga posisinya juga sama sudah berkeluarga, sekarang fokus dulu dengan urusan lu,"
"Apaan si ndut sok dewasa lu, sok tau ini beneran lagi baca artikel tentang bagaimana membunuh secara berlahan temen yang sok tau kaya elu. . . .hahaha
.. . ." Rama tertawa meledek Pandu
"Anjay . . . ini si lu uda kena pasal tentang rencana pembunuhan."
"Mentang mentang sarjana hukum apa-apa dikenain pasal, urusin tu orang yang membutuhkan pendampingan di sidang jangan sibuk nyari pendamping hidup mulu, "
"Wah elu udah mulai berani gini-gini bokin gue banyak"
"Banyak cuma ada maunya aja ama elu minta dianterin kuliah, kan lumayan ojek gratis,"
"Sialan lu emang gue apaan, "
"Udeh lu kesini mau minta indomie kan itu ambil di kerdus, rese lu kalau laper, gue juga mau tidur."
"Tau aja lu, emang dah best prend ente"
"Udah. . . udah. . banyak omong lu, ini gue ambilin mie keluar sana," Rama memberikan mie dan mendorong Pandu keluar kamar serta mengunci kamar kost tersebut. tampak dari luar pandu berteriak
"gue kalau laper makan beda kaya elu kebanyakan makan masa lalu kuruskan lu" ledek pandu sambil berjalan ke Dapur bersama.
Suasana kamar Rama kembali menjadi hening, rama memikirkan kata-kata yang dikatakan pandu, namun seketika nafas terasa sesak karena teringat saat melihat Ika mengenakan Gaun Hijau serasi dengan Mempelai laki-lakinya terlihat kedua mempelai sangat serasi dan bahagia didalam foto yang tak sengaja dilihatnya sebelum Pandu masuk kekamarnya.
dalam hati Rama berkata "Sudahlah dia juga terlihat sangat bahagia dan sangat menikmati kehidupannya apalagi ika sudah punya putri kecilnya, mungkin kini cinta ini hanya aku saja yang masih belum berubah, "
lalu rama memutar lagu selamat tinggal dari virgoun feat Audy untuk menguatkan hatinya lalu tidur.
"Rama apa kabar kamu.?, lama kita tak berjumpa" sapa seorang gadis yang tinggnya sekitar 153 cm tampak manis dan menggemaskan
"Eh. . . aku Baik-baik saja Ka, kamu apa kabar kapan kamu datang kesini.?" Sahut rama yang agak terkejut dan tampak berseri-seri wajahnya melihat sosok gadis yang menyapanya.
"Aku udah lama tinggal disini kamunya aja yang lupa sama aku jadi ngga tau kan kalau aku tinggal deket sama kamu,"
"Lah. .masa aku baru lihat hari ini apa karena kamu makin cantik jadi pangling gini ama kamu"
"Kamu belum berubah ya ram sukanya ngegombal, eh ram aku mau bilang sesuatu ama kamu"
"Tinggal ngomong aja ka ngapa harus ijin si ."
"Bangun ram udah siang lu ngga gawe"
Rama kaget dan terbangun terdengar suara pintu yang di gedor-gedor dan terdengar suara Pandu "Bangun ram udah siang lu ngga gawe"
Rama masih terheran-heran dengan kenyataan bahwa hal nyata yang barusan terjadi hanyalah mimpi, rama yang agak kesal dengan pandu menjawab dengan keras "Iye gue dah bangun"
Bersambung
"Eh. . . aku Baik-baik saja Ka, kamu apa kabar kapan kamu datang kesini.?" Sahut rama yang agak terkejut dan tampak berseri-seri wajahnya melihat sosok gadis yang menyapanya.
"Aku udah lama tinggal disini kamunya aja yang lupa sama aku jadi ngga tau kan kalau aku tinggal deket sama kamu,"
"Lah. .masa aku baru lihat hari ini apa karena kamu makin cantik jadi pangling gini ama kamu"
"Kamu belum berubah ya ram sukanya ngegombal, eh ram aku mau bilang sesuatu ama kamu"
"Tinggal ngomong aja ka ngapa harus ijin si ."
"Bangun ram udah siang lu ngga gawe"
Rama kaget dan terbangun terdengar suara pintu yang di gedor-gedor dan terdengar suara Pandu "Bangun ram udah siang lu ngga gawe"
Rama masih terheran-heran dengan kenyataan bahwa hal nyata yang barusan terjadi hanyalah mimpi, rama yang agak kesal dengan pandu menjawab dengan keras "Iye gue dah bangun"
Bersambung
